Tekad Riau jadikan Wilayah Pesisir Sebagai Bagian Poros Maritim Dunia

Rimanews – Pemerintah Daerah Provinsi Riau akan fokus pada pembangunan wilayah pesisir guna menyokong Poros Maritim Indonesia rancangan Presiden Joko Widodo. Plt Gubernur Riau, ArsyadJuliandi Rahman mengatakan, pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau merupakan 5 terbesar se-Indonesia dan nomor 1 di Sumatera. Meski demikian, dampak pertumbuhan penduduk 6,2 juta jiwa, membuat pemerintah provinsi tidak bisa mengakomodir seluruh pembangunan di 12 Kota/Kabupaten. Baca Juga Oknum Polisi di Riau Terlibat Sindikat Narkoba Internasional BPPT Kembangkan Rancang Bangun Kapal Kontainer Kapal Karam di Riau, Dua Orang Tewas Puluhan Orang Bersenjata Kepung Polisi “Banyak yang kita tanggung resikonya seperti jalan rusak. Pertumbuhan penduduk cukup pesat dengan 6,2 juta jiwa dan kita siapkan sekolah serta jaminan kesehatan. APBD Rp 9 Triliun tidak cukup untuk 12 kota dan kabupaten, jangan ngomong kita orang kaya, kita masih perlu dukungan dari pemerintah pusat,” katanya dalam acara Pagelaran Seni Budaya Melayu Provinsi Riau di Anjungan Riau, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (23/11). Dukungan Pemerintah Pusat dengan visi misi Jokowi menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia sangat diperlukan. Oleh karenanya, strategi pembangunan Riau ke depan akan dibagi dua yakni, daratan dan pesisir. Dari 12 kabupaten/kota, separuhnya merupakan wilayah pesisir yang belum menikmati pembangunan. “Bukan membagi Riau, tetapi dua strategi daratan dan pesisir. Di pesisir banyak jalan kabupaten rusak dan tidak ada jalan negara. Di daratan numpuk, agak berat membangkitkan pesisir dan untuk itu bagaimana caranya program Provinsi Riau nyantel dengan program maritim,” katanya di depan duta besar negara sahabat, anggota DPRD, pejabat pemprov dan tokoh masyarakat Riau di Jakarta. Selain itu, Arsyad juga mengungkapkan bahwa saat ini baru Kabupaten Dumai sebagai salah satu dari 24 pelabuhan pengumpul yang ditunjuk pemerintah pusat. Agar sejalan program Jokowi, lanjut Arsyad, pihaknya akan mempercepat pembangunan infrastruktur di Kabupaten Indragiri Hilir. “Kita dorong Bupati Indragiri Hilir untuk infrastruktur dan berbagi beban jalan serta ketersediaan listrik. Agar orang tidak numpuk di Dumai tapi bisa ke Buton dan Kuala Enok,” pungkas Arsyad. Sementara, Kepala Penghubung Provinsi Riau, Burhanuddin mengatakan, kekayaan migas yang dipunyai Riau akan habis sewaktu-waktu. Menurutnya di wilayah pesisir Riau cukup banyak yang dapat diolah seperti pertanian, pertambangan, pariwisata. “Kekayaan laut dapat menjadi penyangga ekonomi nasional ini yang belum dimanfaatkan,” tandasnya. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Poros Maritim , Riau , Arsyadjuliandi Rahman , bisnis , Ekonomi

Sumber: RimaNews